Ada ajaran kebenaran yang menjadi puncak segala kegaiban. Pradana materi lahir, sangat kecil tiada hingga, dengan segera pecah menjadi berlain-lainan dan berganda-ganda, menjadi duapuluh lima dan duapuluh empat buah hal kebenaran.
Demi cinta yang menggabungkan jiwa dengan kasih sayang ibu dan mempererat hati dengan cinta kasih sayang.
Karma adalah perbuatan amal indera, itu menjadi pemimpin hati kita. Karmendriya itu jalan untuk bertemu dengan suksma. Maka orang yang telah mengetahui percampuran dan pertemuan dengan suksma mengetahui hal itu.
Teranglah hal ini menimbulkan kekacauan karena orang-orang yang bodoh tentu akan mencontoh mereka dalam menurutkan segala kehendak mereka. Kekuatan keinginan itu melewati batas kalau diperangi.
Karena raga keinginan senantiasa membelenggu hat orang-orang dengan kokoh dan kuatnya,
menyebabkan kemabukan dan kebingungan bertahta dengan sangat kuatnya di hati dan memenuhinya selama-lamanya.
Akhirnya terjeratlah mereka
karena hatinya yang terlalu ingin yang menyebabkan duka-citanya.
Sungguh orang-orang pun akan demikian pula halnya,
bila tidak dapat mengendalikan hatinya.
Burung-burung dengan bersemangat
mengunjungi burung pemikat di dalam pasangan,
karena ingin akan suaranya yang halus menyenangkan hati
dan hilanglah kecurigaannya.
Gajah yang buas dapat ditahan dengan pengait, penyakit yang berbahaya dapat diobati.
Tetapi orang yang pemarah tidak ada obatnya yang dapat meredakannya dan mengubahnya menjadi saba.
Anai-anai mencari api yang panas karena mengira cahayanya memberi sukacita.
Tidak demikian halnya dengan orang yang berhatijahat.
Ia sangat durhaka, sehingga pemberantasandari pada sifat jahatnya itu sangat sukar dilakukan.
Terangkan bahwa payung dapat menahan panas matahari, betapa pun juga teriknya.
Melati yang mewangi akan menghiasi pengantin baru,
Bau harumnya adalah do'a yang terpanjat tiada henti.
Warna indahnya adalah pujaan hati kedua pengantin yang bertemu di ranjang cinta.
Kalau halmu seperti itu,
tentulah lautan yang betapa pun hebatnya akan terseberangi,
dan manikam yang tersembunyi di mulut ikan makara yang dahsyat pun dapat diambil dengan mudah.
Sungguh! Ular yang marah akan menjadi karangan bunga yang menghiasi kepala.
Mada menimbulkan matsara 'iri' dan kujana 'cinta jahat', katungka 'kebebalan' dan garwita 'kecerobohan' di dalam hati.
Bila demikian halnya,
tentulah engkau akan segera menemui bencana karena kebebalan itu sendiri.
Tidak ada sebab orang yang mendapatkan kecelakaan dan duka cinta,
selain karma yaitu buah angkara yang menjadi-jadi menimbulkan tamak loba dan akhirnya menyebabkan moba 'kebingungan' yang tak pernah reda. Moba menimbulkan mada 'kemabukan'.
Kekayaan akan tertinggal di rumah pada waktu kita mati.
Tiada lain hanya kubur batasnya sanak saudara, anak dan isteri.
Hanya amal baik maupun jahat pada waktu hidup dahulu yang menjadi penunjuk jalan keselamatan atau ketersesatan.
Benar atau salah diikuti oleh jiwa ke mana pun jalannya selalu diturunkan.
Begitu juga isteri, anak dan sanak saudara akan terpisah pada suatu ketika.
Di hari yang dijanjikan, atas nama Tuhan Yang Maha Perkasa, akan kita hadapai janji itu.
Bahkan yang terutama yaitu 'jiwa' kita sendiri pun pada suatu ketika akan musna.
Bagian 1
Tidak ada kekayaan yang betapa pun baiknya,
melebihi amal yang saleh.
Dengan sesungguhnya emas, permata, intan mutumanikan dan perhiasan semuanya dapat binasa.
Sesudah banyak harat bendanya, apa juga yang dikehendaki dapat terlaksana.
Tetapi tiada berhenti juga dia mencari benda-benda yang bernilai tinggi, agar supaya dia senantiasa dapat berhasil dalam melaksanakan berbagai-bagai pekerjaan yang utama.
Katanya "Agar dapat menemukan kehidupan bagai permata yang indah tiada tara"
Demikian pula segala kepandaiaan dan kepintaran,
walaupun tampaknya tak berharga hendaknya dipegang kuat-kuat.
Lihatlah kepada si pedagang yang menyimpan baik-baik bermacam-macam benda.
Untuk mendapatnya dia pergi ke berbagai daerah dan negeri, maksudnya ialah agar tidak ada yang kurang bila ada orang yang hendak membelinya.
Demikian pun lebah menghisap madu, dengan berdikit-dikit,
tp dengan teratur sehingga banyak terkumpul.
Orang yang berusaha dengan tak berhenti-henti akan segera seperti demikian dan akhirnya menjadi sempurna.